Penanganan dan Pengaturan Muatan
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : Taruna Andi Ilham Lolo Gading
Pengaturan dan Penanganan Muatan di atas kapal, Menyangkut beberapa aspek antara lain sebagai berikut :
a. Prinsip Pengaturan Dan Penangan Muatan
b. Persiapan Ruang Muatan
c. Kendala Kelambatan Proses Pengaturan Muatan
A. Prinsip Penangan Dan Pengaturan Muatan
Ada 5 (Lima) Prinsip Penangan Muatan dan Pengaturan Muatan Yaitu :
1. Melindungi Kapal
2. Melindungi Muatan
3. Pemanfaatan Ruang muat semaksimal mungkin
4. Bongkar muat secara Cepat, Teratur dan Sistematis
5. Melindungi ABK dan Buruh
1. Melindungi kapal
Melindungi kapal berarti menciptakan suatu keadaan di mana dalam melaksanakan kegiatan penanganan dan pengaturan muatan, kapal senantiasa tetap dalam kondisi yang baik, aman, serta layak laut.
Untuk dapat mencapai maksud tujuan ini, maka yang perlu untuk mendapatkan perhatian adalah mengenai pembagian muatan yang harus proporsional dalam peraturannya baik pembagian muatan secara tegak, melintang, membujur serta pembagian muatan secara khukus pada geladak antara.
menyangku masalah stabilitas melintang.
- jika pembagian muatan secara tegak terkonsentrasi pada bagian bawah, maka kapal memiliki nilai GM yang besar, dan akibatnya kapal mempunyai sifat yang kaku ( Stiff )
- jika pembagian muatan secara tegak terkonsentrasi pada bagian atas, maka kapal akan memiliki nilai GM yang kecil, dan akibatnya kapal mempunyai yang langsar ( Tender ).
B. Pembagian muatan secara membujur ( Longitudinal )
Gambar Pembagian muatan secara membujur ( Longitudinal )
Menyangkut masalah Trim, sagging, dan hogging.
- jika pembagian muatan secara membujur terkonsentrasi pada : bagian depan, maka kapal akan memiliki kondisi Trim depan ( Trim by the head ) forward draught lebih besar dari after draught ( F>A). demikian sebaliknya, jika pembagian muatan secara membujur terkonsentrasi pada bagian belakang, maka kapal akan memiliki kondisi Trim belakang ( Trim by the stern ). After draught lebih besar dari Forward draught ( A>f ).
- jika pembagian muatan secara membujur terkonsentrasi pada bagian tengah-tengah kapal, maka kapal akan memiliki kondisi sagging.
Amidships draught lebih besar dari Mean fore and aft ( MD>MFA ). Demikian sebaliknya, jika pembagian muatan secara. Membujur Terkonsentrasi pada bagian ujung-ujung, maka kapal akan memiliki kondisi hogging.
Mean fore and aft lebih besar dari Amidship draught (MFA>MD).
Gambar Kapal sagging dan hogging
Mean fore and aft lebih besar dari Amidship draught (MFA>MD).
Kapal yang berada kondisi sagging maupun hogging, akan menimbulkan tegangan-tegangan yaang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sambungan-sambungan bagian kapal, khususnya pada bagian deck maupun bagian plat laambung.
- jika pembagian muatan secara transversal tidak berimbang terhadap center line, maka sudah tentu mengakibatkan kapal mengalami kondisi yang miring ( List ).
- jika pembagian muatn secaraa transversal berhimbang terhadaap center line namun terpusat pada bagian wing-wing maka rollingnya kapal akan pelan/langsar ( Tender ) demikian sebaliknya terpusat pada center line, maka rolling maka kapal akan cepat/kaku ( Stiff )
D. Pembagian muatan secara khusus pada geladak antara ( Tween Deck )
menyangkut masalah kekuatan gaya tampung geladak ( Deck Load Capacity )
pengaturan muatan pada geladak antara, perlu mendapat perhatian khusus, terutama pada pengaturan muatan-muatan berat, sehingga konsentrasi berat muatan pada bagian deck tidak melewati batas kemampuan daya tampung geladaak itu.
Oleh karenanya para mualim daan nakhoda harus mengetahui atau dapat menghitung besarnya daya tampung setiap gelatak agar tidak menimbulkan kerusakan pada geladak tersebut.
Kemampuan daya tampung geladak ( Deck Load Capacity ) dinyatakan dalam satuan Ton/m2, yang artinya besarnya jumlah berat muatan yaang dapat di tampung sebuah geladak untuk luas setiap meter persegi.
2. Melindungi Muatan
Yang di maksud dengan melindungi muatan adalah menyangkut tanggung jawab pihak pengangguk ( Carrier ) terhadap keselamatan muatan yang di buat dari suatu pelabuhan ke pelabuhan tujuannya dengan aman sebagaimana kondisi muatan seperti saat penerimaannya tanggung jawab pihak pengangkut terhadap keselamatan muatan berdasarkan “ From Sling to sling “ atau “ From Trackle to Trackle “.
Untuk dapat menjaga keselamatan/melindungi muatan maka pihak carrier dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, harus mengenal betul akan sifat-sifat serta jenis-jenis dari setiap muatan sehingga dapat menghindari kerusakan muatan yg di akibatkan oleh :
a. Keringat kapal
b. Keringat muatan
c. Kebocoran/kebasahan dari muatan lain
d. Pergeseran dengan kulit/badan kapal
e. Pergeseran dengan muatan laainnya
f. Penangan muatan
g. Muatan lainnya
h. Penanggasan ( Spontaneous heating )
I. Pencurian ( Pilferage )
Agar dapat menghindari/mencegah kerusakan yang di akibatkan oleh hal-hal tersebut di atas, maka yang harus di lakukan dengan baik dan tepat adalah :
Agar dapat menghindari/mencegah kerusakan yang di akibatkan oleh hal-hal tersebut di atas, maka yang harus di lakukan dengan baik dan tepat adalah :
a. Penggunaan penerapan ( Dunnage )
b. Pengikatan dan pengamanan ( Lashing and securing )
c. Pemberian ventilasi
d. Pemisahan muatan
e. Perencanaan yang prima
3. Pemanfaatan ruang muat semaksimal mungkin
Yang di maksud dengan Pemanfaatan ruang muat semaksimal mungkin adalah menyangkut pengusaan ruang rugi ( Broken stowe ) yaitu pengaturan muatan yang di lakukan sedemikian rupa sehingga ruang muat yang tersedia dapat di isi dengan sebanyak mugkin dan ruang muat yang tidak terpakai dapat di tekan sekecil mungkin
Broken stowage adalah besarnya persentase (%) jumlah ruangan yang hilang atau ruang yang tidak terpakai/ruang rugi pada pengaturan muatan dalam suatu palka. Persentase kehilang ruang/ruang rugi (Broken stowage) suatu palka dapat di hitung dengan rumus :
Broken stowage=vol palka-vol muatan/vol palka x 100%
Hal yang tidak dapat di hindari pada pengaturan muatan ke dalam suatu palka adalah terjadinya Broken stowage pada tempat-tempat yang antara lain :
a. Sudut-sudut palka
b. Palka-palka ujung
c. Di derah got-got (Bilge)
d. Pada susunan muatan paling atas (Top tier)
e. Di antara muatan-muatan
Dalam melaksanakan kegiatan pengaturan muatan, maka penyebab terjadinya Broken stowage adalah:
a. Bentuk palka
b. Bentuk muatan
c. Jenis muatan
d. Skill buruh/pekerja
e. Penggunaan penerapan ( Dunnage )
Untuk mengatasi mengatasi terjadinya Broken stowage adalah :
a. Pemilihan bentuk muatan yang sesuai dengan bentuk palka
b. Pengelompokan dan pemilihan jenis muatan
c. Penggunaan Muatan pengisi (Filler cargo)
d. Pengawasan pengaturan muatan
e. penggunaan Dunnage seminimal mungkin
4. Bongka muat secara cepat, Teratur dan sistematis.
Yang di maksud dengan bongkar muat secara epat, Teratur dan sistematis adalah meniptakan suatu proses kegiatan bongkar muat yang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu serta biaya.
Untuk mencapai suatu hasil yang maksimal, maka hal-hal yang harus di hindari/di cegah adalah terjadinya:
a. Long Hatch : keterlambatan muatan bongkar, karena terlambat di salah satu palka.
b. Over Stowage : keadaan di mana suatu muatan akan di bongkar berada di bagian bawah dari muatan pelabuhan berikutnya
c. Over Carrige : keadaan di mana suatu muatan terbawa melewati pelabuhan bongkarnya A) karena kelalayan dalam pembongkaran
Mungkin hanya ini yg saya bisa kasih kan sedikit tentang kepelautan bagi teman-teman di SMK Pelayaran maupun di BP2IP.
Lebih dan kurangnya mohon di maaf kan....
Dan jika ada materi yang kurang lengkap maklumin saja....
Dan jika ada materi yang kurang lengkap maklumin saja....
Mohon izin yang nomer 5 tentang melindungi ABK dan buruh belum ada penjelasan, terimakasih
BalasHapus